Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4

Makassar, ksrpmiumi.org – Dua Puluh peserta Pendidikan Lanjutan (Diklanjut) Angkatan XXI Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI UMI) menerima materi indoor, pertolongan pertama Cedera Jaringan Lunak (CJL) di Rumah Kemanusiaan KSR PMI UMI Kompleks UKM Kampus II UMI Jln. Sao Kareba M.J Nasrullah, Jumat (27/11) malam.

Materi CJL ini dibawakan oleh Saudara Muhammad Ismail atau akrab disapa Kak Mail oleh peserta Diklanjut maupun Pengurus Harian KSR PMI UMI Periode 2019-2021

Dipertemuan keempatnya dengan peserta diklanjut ini ia menjelaskan pentingnya untuk mengatasi perdarahan sebab hal tersebut akan membuat syok korban bila lukanya tidak segera ditangani. Apabila darah keluar dalam jumlah yang sangat banyak itu bisa mengakibatkan syok.

“Syok adalah gagalnya jantung memompa darah ke seluruh tubuh”, jelasnya.

“Karna darah keluar melalui luka tersebut dan darah tidak tersalurkan dengan baik keseluruh tubuh makanya dia mengalami syok”, tambahnya.

Perlu diketahui materi kepalangmerahaan khusunya pertolongan pertama, CJL adalah cedera yang melibatkan jaringan kulit, otot, syaraf dan pembuluh darah yang di akibatkan oleh suatu ruda paksa. CJL terbagi dua, luka terbuka dan luka tertutup.

Dihadapan peserta diklanjut, Kak Mail menjabarkan perihal luka terbuka dan luka tertutup. Luka terbuka adalah cedera jaringan lunak yang disertai kerusakan atau terputusnya jaringan kulit dengan jaringan dibawah kulit. Sementara luka tertutup adalah cedera jaringan lunak tanpa disertai kerusakan atau terputusnya jaringan kulit yang rusak hanya jaringan bawah kulit.

“Luka terbuka terdiri dari luka lecet, robek, tusuk, sayat, iris, amputasi dan avulsi. Kalau luka tertutup terdiri dari memar, remuk dan hematoma”, ungkapnya.

Ia juga memaparkan betapa pentingnya untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti Handscoon/Sarung tangan lateks, masker, kacamata pelindung dan sepatu guna mencegah penularan penyakit akibat dari cairan darah.

“kita tidak pernah tahu penyakit yang dapat ditularkan korban kepada diri”, paparnya.

Kak Mail menjelaskan materi kepada peserta Diklanjut.

Selain itu, anggota KSR PMI UMI angkatan IX, Tabo-Tabo 03 ini menuturkan bahwa dia belum bisa menilai perkembangan peserta diklanjut yang didominasi angkatan XXI, Sakeang 04 ini dan menganjurkan peserta untuk memperdalam ilmu kepalangmerahaanya.

“hal-hal seperti ini sangat tidak mudah untuk dipahami langsung, mereka sebainya mengulang ulang ini materi kemudian mencari bahan referensi lain sehingga kita tidak terpatok dengan satu referensi”, tuturnya.

“untuk lebih lanjutnya, besok kita akan adakan simulasi”, lanjutnya.

Terakhir, ia mengharapkan agar peserta diklanjut yang menerima materi ini agar berguna bagi masyarakat, khususnya orang-orang terdekat mereka ataupun keluarganya.

“karena hal-hal kecil itu selalu dimulai dari diri kita sendiri terus kita manfaatkan bagi orang lain”, tutupnya.

Zulfikar Pratama Basir, Departemen Diklat

Sementara itu, Zulfikar Pratama Basir, Pengurus Harian KSR PMI UMI periode 2019-2021 Departemen Pendidikan dan Latihan (Diklat) mengungkapkan bahwa Diklanjut ini pengurus akan memfokuskan bagaimana anggota mudanya bisa paham betul mengenai materi kepalangmerahaan.

Materi yang akan diberikan kepada anggota muda ini terdiri dari materi Pertolongan Pertama (PP), Penanggulangan Bencana (PB), Perawatan Keluarga (PK) dan materi tambahan KSR.

“Materi tambahannya itu navigasi darat, Explore Search and Rescue (ESAR), Tali – temali dan Vertical Rescue”, ucapnya pria yang kerap disapa Kak Viky.

Departemen Diklat juga akan mengevaluasi partisipasi dan pemahamanan peserta dalam materi indoor ini. Materi kali ini ada 3 peserta yang tidak hadir. Mereka adalah Lepu, Syeh dan Tawakkal.

“Ketiganya diarahkan untuk membuat resume materi yang tidak diikuti. Kemudian memaparkan resume itu pada pemateri, Setelah itu kita bisa mengevaluasi sejauh mana pemahamannya mengenai materi tersebut”, tegasnya.

Penulis; Sri Devi
Editor; Boy

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4

LEAVE A REPLY