Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Makassar, ksrpmiumi.org – Derasnya curah hujan di kota Makassar belakangan ini membuat daerah paccerakkang, Kodam 3 mulai terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Sabtu, siang, (12/11).

Terlihat Vidio amatir yang di dapatkan oleh awak Infokom, Jln. kotipa XV sudah tergenang air.

Ari Hidayat, anggota KSR PMI umi yang tinggal di daerah tersebut membenarkan informasi dari Vidio tersebut itu.

“Kalau Kodam, mulaimi tergenang, Kodam bagian belakang”, katanya.

Dua tahun yang lalu, banjir melanda kota Makassar, beberapa daerah terendam air. Tingginya insentif curah hujan, drainase tidak dapat menampung air hujan dan meluapnya sungai menjadi faktor penyebab banjir.

Daerah paccerakkang dan Antang, warga terpaksa harus dievakuasi dari rumahnya karena deras dan tingginya air yang merendam daerah tersebut. Berbagai warga bersama organisasi kemanusiaan ikut membantu proses evakuasi menggunakan perahu karet dan membuat posko Dapur Umum

Selain itu, daerah bung, BTP dan hamzy merasakan meluapnya sungai Tallo. Banjir itu merendam hingga dada orang dewasa. Banyak warga di evakuasi, tetapi ada juga yang memutuskan tetap berada dirumahnya yang berlantai 2 tersebut.

Sementara di daerah Gowa yang di lewati sungai Jeneberang juga merasakan bagaimana meluapnya sungai tersebut. Banjir hampir merendam seluruh permukaan rumah warga. Hanya atap yang terlihat saat air tiba-tiba naik di malam hari.

Pengurus harian KSR PMI UMI periode 2019 – 2021 mulai merespon informasi potensi banjir yang akan melanda Kota Makassar. Berbekal pengalaman operasi banjir tahun lalu Tim Reaksi Cepat siap terjun bila terjadi keadaan bahaya. Dari informasi yang didapat, puncak curah hujan akan berada di awal tahun.

Saudara Zulfikar Pratama Basir (Kak Viky) menuturkan untuk sementara ini sudah mempersiapkan alat-alat penunjang operasi dan menunggu informasi bila ada keadaan bahaya terjadi.

“Kita masih menunggu informasi dari tim assement kita”, tuturnya.

“Untuk tim evakuasi kita tunggu kordinasi, sebab kita tidak punya perahu karet”, lanjutnya.

Air sudah memenuhi persawahan yang berbatasan langsung dengan rumah warga

Hingga kini, hasil dari tim assement, sudah mendapatkan informasi mengenai daerah rawan banjir di BTP. Daerah yang bersebelahan dengan kodam 3 ini sudah mulai membanjiri area persawahan yang berbatasan dengan rumah warga. Di jln. Toa Daeng 3 juga terlihat banjir setinggi betis orang dewasa.

Banjir di Jln. Toa Daeng III, Doc; Wijayanti Sahril
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY