Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Mamuju, ksrpmiumi.org – Ribuan pengungsi Bencana Gempa Sulawesi Barat (Sulbar) membutuhkan 11 kebutuhan mendesak, seperti Makanan, Air Bersih, Air Minum, Baby Kit, Terpaulin, Pelayanan Medis, Tikar, Hygiene kit, Family kit, Tabung Gas dan Sembako. Sabtu (23/1), siang. Tidak hanya itu, mereka yang terdampak juga terlihat masih trauma akibat gempa yang mengguncang Sulbar pekan lalu, Jumat (15/1) dini hari.

Hingga hari ini, Hari ke-8 Operasi Tanggap Darurat Palang Merah Indonesia (PMI), terdapat 77.562 jiwa pengungsi yang tersebar di Majene dan Mamuju Sulbar.Korban Meninggal Dunia sebanyak 91 jiwa, Luka-luka sebanyak 2118 dan rumah yang rusak berat 62 unit. Sumber dari Info Grafis Laporan situasi Gempa Bumi Kab. Mamuju – Kab. Mejene Sulbar yang diterbitkan Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) Sulbar.

Berdasarkan rilis tersebut, ada 10 layanan yang dilakukan oleh PMI, antara lain; Air Bersih, RFL, PSP, Shelter, Jamban, Promosi Kesehatan, Evakuasi, Layanan Kesehatan, Kantong Darah dan Rujukan Layanan Ambulance.

Truk Tangki PMI

Untuk distribusi air bersih, PMI telah mendistribusikan 200.900 Liter ke beberapa titik pengungsian yang ada disulbar. Di Majene, tim Wash yang bertanggung jawab mendistribusikan air bersih untuk pengungsi telah melakukan distribusi air untuk wilayah Kec. Malunda dan Kec. Ulumanda, Sementara di Mamuju air telah di distribusikan untuk wilayah Kec. Simboro, Kec. Mamuju dan sekitarnya dengan menggunakan 11 unit truk tangki.

Dari pantauan awak infokom yang juga ikut bertugas dilapangan, kerusakan mesin truk dan terbatasnya air yang tersedia merupakan hambatan yang kerap menghantui tim wash selama beroperasi di Sulbar.

Tim PSP (Psikososial Support) juga telah melakukan psikoedukasi ke beberapa titik posko pengungsian yang berada di Mamuju. Mereka fokus untuk menghilangkan trauma anak – anak akibat gempa. Mereka telah memberikan layanan sejak hari ke lima Rabu, (20/1). Tidak hanya bermain, mereka juga memberikan edukasi kepada anak – anak bagaimana menyelamatkan diri ketika gempa terjadi.

Sementara itu, tim asssement yang bergerak di daerah Tapalang, Kemarin (22/1), mendapatkan ada seorang nenek-nenek terdampak bencana berusia 120 tahun di Desa Orobatu, Tapalang, Mamuju. Kini, ia hanya dirawat oleh cucunya, poskonya hanya beralasakan dedaunan.

Situasi Posko TDB Sulbar

Sejauh ini, ada 294 relawan PMI yang berasal dari Makassar, Palu, Sigi, Donggala, Pasangkayu, Palopo, Luwu Timur, Mamuju, Majene, Solo, Malang, dan Kalimantan Utara. Hingga hari ini sudah beberapa relawan PMI yang akan kembali kedaerah mereka karena surat tugasnya telah selesai. Tim Unit KSR PMI UMI sendiri akan meninggalkan Sulbar besok, Minggu, (24/1). Tetapi ada juga relawan PMI yang baru tiba hari ini. Mereka berasal dari Sinjai yang akan memulai menjalankan misi kemanusiaannya di Bumi Manakarra

**

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY